• Selasa, 6 Desember 2022

Veronica Gugat Suaminya ke Pengadilan Negeri Palembang

- Kamis, 16 Juni 2022 | 20:01 WIB
YBH SSB
YBH SSB

TIMESUMSEL.COM, PALEMBANG - Veronica Isa Fenny Tjandra layangkan surat gugatan atas dugaan perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Palembang pada 22 Oktober 2021 lalu.

Pasalnya, suaminya diduga telah menggadaikan sebidang tanah dan bangunan rumah yang terletak di Jalan Bay Salim No 15 Palembang sebagai jaminan hutang back up pengikat jual beli tanpa sepengetahuan dan persetujuannya.

Veronica mengatakan, sebidang tanah dan rumah tersebut selain dijadikan tempat tinggal bahkan dijadikan  tempat usaha butik, merupakan harta bersama yang dirinya dengan suaminya yang sampai saat ini masih dihuni.

"Saya masih menghuni rumah itu bahkan menjadi tempat usaha butik saya pak. Tapi tanpa sepengetahuan dan persetujuan saya, tahu - tahunya sudah dijadikan jaminan hutang yang dibungkus dengan pengikat jual beli dengan KGM pak," ungkapnya saat  ditemui untuk meminta bantuan hukum di kantor Yayasan Bantuan Hukum Sumatera Selatan Berkeadilan (YBH SSB) di Komplek PHDM No 18 c Palembang, Rabu (16/06/22).

Dikatakannya, "Seharusnya sepahaman saya pak kalu jaminan hutang piutang bukan berarti harus diikat dengan pengikat jual beli apalagi saya sendiri saja tidak tahu soal itu. Semestinya kalau dia (suami red) mau dijadikan jaminan, saya mesti tahu dong pak. Ini malahan tidak ada sama sekali pak," ucapnya.

KMS. M Sigit Muhaimin, SH selaku ketua YBH SSB membenarkan sebidang tanah dan bangunan yang  terletak di Jl Bay Salim No 15 Palembang merupakan harta bersama yang diperoleh ibu Veronica dalam hal ini sebagai penguggat dengan tergugat II yakni saudara Noviardus Setiawan Makmur yang merupakan suami dari Ibu Veronica sepanjang pernikahan mereka.

"Benar, rumah itu merupakan harta bersama yang diperoleh Ibu Veronica sepanjang pernikahannya dengan tergugat II yang tak lain adalah suaminya," ungkap Sigit.

Namun, menurut keterangan berdasarkan gugatan tersebut telah diperjualbelikan kepada pihak tergugat I yang berinisial KGM tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari Ibu Veronica sebelumnya. "Artinya, proses pengikatan jual beli tersebut kami menduga dilakukan secara diam diam alias dibawah tangan pada 16 Januari 2017 silam," sambungnya.

"Surat pengikatan atau perjanjian jual beli tanah dan rumah dalam hal ini objek sengketa yang dibuat tergugat I dan tergugat II secara di bawah tangan adalah tidak sah menurut hukum. Karena seharusnya pembuatan perjanjian tersebut harus melalui PPAT dan diketahui oleh ibu Veronica  dan hak beliau," bebernya.

Halaman:

Editor: Awan A

Tags

Terkini

Stok Daging Selama Ramadan di Palembang Cukup

Sabtu, 9 April 2022 | 07:32 WIB

HIMAPALI Kabupaten Kota Se-Sumsel Resmi Dilantik

Minggu, 27 Februari 2022 | 14:53 WIB

IKADI Se-Sumsel Resmi Dilantik dan Dikukuhkan

Minggu, 27 Februari 2022 | 14:49 WIB

IPNU Sumsel Gelar Rapimwil di Harlah ke 68 Tahun

Minggu, 27 Februari 2022 | 14:48 WIB

Terpopuler

X